Selasa, 19 April 2011

Kisah Hidup Nelson Mandela

Nelson lahir di Transkei, Afrika Selatan pada 18 July, 1918 dengan nama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela. Ayahnya seorang Penasehat Pengadilan Tinggi Thembuland. Setelah kematian sang ayah, Nelson Mandela menempati posisi sang ayah. Ia diharapkan memangku jabatan yang lebih tinggi lagi, tetapi karena kasus-kasus yang terjadi seringkali berlatarbelakang politik Apartheid, ia lalu memastikan diri menjadi seorang pengacara. Mandela memimpikan memberikan sumbangan menciptakan kebebasan bagi orang-orang kulit hitam. Mandela merasakan kepedihan dan kekejaman politik Apartheid, ketidakadilan ini mengerakkan hatinya untuk menekuni bidang politik dan hukum.

Maka setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia pergi ke Healdtown untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Fort Hare. Pada tahun 1942 ia bergabung dengan the African National Congress, karena aktivitas politiknya ini, ia terkena tahanan kota dan menyelesaikan pendidikannya melalui surat atau korespondensi.

Dalam gerakan anti Apartheid ini, Mandela banyak mendapat dukungan dari isterinya Winnie Madikizela-Mandela. Karena dukungan ini pula, Winnie sering menjadi korban. Juga karena aktivitas politiknya ini, Mandela diputus oleh pengadilan dilarang mengikuti segala macam bentuk pertemuan politik dan dikenakan tahanan kota selama 6 bulan. Praktek hukumnya pun tidak luput dari perlakuan politik Apartheid. Pemerintah setempat menuntut Mandela agar memindahkan tempat prakteknya dari pusat kota ke bagian pinggiran kota. Dengan begitu, kliennya tidak bisa datang ke kantornya. Ketika itu, Nelson mengatakan, itu sama saja dengan meminta mereka untuk menghentikan prakteknya, menghentikan pelayanan hukum kepada orang-orangnya. Maka Mandela pun bertekad untuk menentang aturan hukum ini.

Ketika diadakan persidangan tahun 1964, meskipun dalam persidangannya Mandela telah mengajukan pembelaan bersejarah selama 4 jam, ia tetap dinyatakan bersalah karena pelanggaran undang-undang anti komunis dan diganjar hukuman seumur hidup. Berikut ini adalah dua kalimat terahir dalam pembelaan bersejarah di pengadilan.

“I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepare to die”.

Meskipun Nelson Mandela di penjara, ia masih terus menjadi simbol perlawanan orang-orang kulit hitam, dan mengorganisir kampanye internasional menuntut pembebasannya. Sebaliknya, dalam 27 tahun di penjara Nelson Mandela berhasil membangkitkan dunia menentang politik Apartheid. Mandela berangsur-angsur menjadi simbol persamaan hak dan keadilan.

Bagaimana ia menjalani masa hukumannya? Selama dalam tahanan Mandela memiliki kebiasaan menyaksikan matahari terbenam sambil mendengarkan musik klasik Handel atau Tchaikovsky. Bersama teman satu penjaranya, Mandela kadang-kadang menggelar konser apabila situasi memungkinkan, terutama pada hari Natal.

Hal yang paling disesali oleh Mandela, setelah ia dibebaskan dari penjara Robben Island pada tahun 1990 adalah, ia lupa berpamitan dengan sipir penjara. Pada tahun 1990, Nelson dibebaskan dari penjara pada usia 71 tahun. Mandela kembali ke arena politik dengan membawa harapan perubahan mendasar bidang sosial politik di Afrika Selatan. Pada tahun 1994 ia terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan dalam pemilihan yang pertama kali untuk semua ras pada usia 75 tahun.

Karier politik Mandela semakin cemerlang setelah ia keluar dari penjara, tetapi tidak begitu dengan kehidupan pribadinya. Mandela mengalami perceraian dari isterinya Winnie Madikizela pada tahun 1996. Sebelumnya pada tahun 1991, Winnie dinyatakan bersalah dalah kasus penculikan dan kekerasan. Dan sekali lagi, tahun lalu Winnie terlibat kasus penipuan dan pencurian sekitar 120.000 Dollar di sebuah organisasi yang dipimpinnya yaitu African National Congress Women’s League. Namun, pada tahun 1998, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 80, Mandela menikahi Graca Machel, janda dari mantan Presiden Mozambic Samora Machel.

Pada tahun 1993 ia menerima hadiah Nobel Perdamaian bersama Presiden Afrika Selatan F.W. de Clerk. Lalu pada Juni 1999 Mandela turun dari kursi kepresidenan, digantikan oleh Presiden Thabo Mbeki. Meski begitu, Mandela masih tetap tokoh yang dipuja, membawa transisi yang luar biasa dari negara tirani ke demokrasi dengan janji perdamaian yang menyelamatkan negara Afrika Selatan dari kekerasan berdarah.

Nelson Mandela tidak pernah lelah memperjuangkan demokrasi, dan persamaan hak. Walaupun menghadapi banyak tantangan, tetapi Mandela tidak pernah membalas tindakan rasis dengan tindakan rasis. Hidupnya telah menjadi insipirasi di Afrika Selatan dan seluruh dunia, kepada mereka semua yang menindas dan yang merampas, kepada semua yang melawan penindasan dan melawan perampasan.

"No-one is born hating another person because of the colour of his skin, or his religion" - Nelson Mandela.

Kamis, 14 April 2011

Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang orang yang menari-nari. Mazmur 30:12a.

Adam Khoo, kelahiran singapura adalah seorang motivator termuda yang sukses. Namun waktu kecil ia merasa dirinya hanyalah seekor ayam. Ia dihina orang tuanya karena tidak bisa matematika, orang tuanya berkata masa kamu sudah SMP, matematika kelas 4SD saja tidak bisa. Walau demikian ia tidak mendendam ataupun kecewa terhadap kedua orang tuanya, ia malah mengubah dirinya dari seekor ayam menjadi Rajawali. Hal ini dibuktikannya ketika ia lulus dan mendapat nilai tertinggi di Victory Junior College dan NUS, dan pada usianya yang ke 26, penghasilannya sudah mencapai $20 juta per tahun.

Napoleon Bonaparte lahir dari keluarga sederhana. Ia miskin dan sering di olok-olok dikelas, ia tidak putus asa, malah ia terpacu untuk mengalahkan teman-temannya. Ia belajar sendiri dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan dan akhirnya menjadi murid yang terpandai di kelas. Keadaannya yang miskin tidak membuat motivasinya hilang, sebaliknya malah makin bertumbuh.

Adam Khoo dan Napoleon telah membuktikan bahwa keadaan sulit dan tekanan dari orang lain tidak hanya dapat membuat seseorang terpuruk dan jatuh, namun justru dapat membuat seseorang bangkit dan berkembang. Di saat kita terhimpit oleh situasi yang tidak mendukung dan hidup dalam ketidak beruntungan mampukah kita ber metamorfosis menjadi pribadi yang kuat bahkan sanggup mengubah kutuk menjadi berkat. bersama Tuhan kita dapat mengubah kemiskinan menjadi kakayaan, dan kegagalan menjadi keberhasilan.

Selasa, 21 Desember 2010

Letter From JESUS

As you well know, we are getting closer to my birthday. Every year there is a celebration in my honor and I think that this year the celebration will be repeated.

During this time there are many people shopping for gifts, there are many radio announcements, TV commercials, and in every part of the world everyone is talking that my birthday is getting closer and closer. It is really very nice to know, that at least once a year, some people think of me. As you know, the celebration of my birthday began many years ago. At first people seemed to understand and be thankful of all that I did for them, but in these times, no one seems to know the reason for the celebration. Family and friends get together and have a lot of fun, but they don't know the meaning of the celebration. I remember that last year there was a great feast in my honor. The dinner table was full of delicious foods, pastries, fruits, assorted nuts and chocolates. The decorations were exquisite and there were many, many beautifully wrapped gifts.

But, do you want to know something? I wasn't invited.

I was the guest of honor and they didn't remember to send me an invitation. The party was for me, but when that great day came, I was left outside, they closed the door in my face .. and I wanted to be with them and share their table. In truth, that didn't surprise me because in the last few years all close their doors to me. Since I wasn't invited, I decided to enter the party without making any noise. I went in and stood in a corner. They were all drinking; there were some who were drunk and telling jokes and laughing at everything. They were having a grand time.

To top it all, this big fat man all dressed in red wearing a long white beard entered the room yelling Ho-Ho-Ho! He seemed drunk. He sat on the sofa and all the children ran to him, saying: "Santa Claus, Santa Claus"as if the party were in his honor!

At midnight all the people began to hug each other; I extended my arms waiting for someone to hug me and do you know no-one hugged me. Suddenly they all began to share gifts. They opened them one by one with great expectation. When all had been opened, I looked to see if, maybe, there was one for me. What would you feel if on your birthday everybody shared gifts and you did not get one?

I then understood that I was unwanted at that party and quietly left. Every year it gets worse. People only remember the gifts, the parties, to eat and drink, and nobody remembers me. I would like this Christmas that you allow me to enter into your life. I would like that you recognize the fact that almost two thousand years ago I came to this world to give my life for you, on the cross, to save you.

Today, I only want that you believe this with all your heart. I want to share something with you. As many didn't invite me to their party, I will have my own celebration, a grandiose party that no one has ever imagined, a spectacular party. I'm still making the final arrangements..

Today I am sending out many invitations and there is an invitation for you. I want to know if you wish to attend and I will make a reservation for you and write your name with golden letters in my great guest book. Only those on the guest list will be invited to the party. Those who don't answer the invite, will be left outside. Be prepared because when all is ready you will be part of my great party.

See you soon. I Love you!

Jesus

Senin, 12 April 2010

William James Sidis




Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenus-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250 – 300?

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Univ. Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.

Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun – sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis.

Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika – sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri.

Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat. Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa.

Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.

Kamis, 18 Februari 2010

Hidup yang berbuah

"Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik."
Matius 7:17

Dalam ilustrasi ini, Tuhan Yesus memberikan penjelasan tentang inti dari kehidupan Kristen. Ada 3 jenis pohon dalam ilustrasi tersebut. Pohon yang berbuah baik, yang berbuah tidak baik, dan yang tidak menghasilkan buah.

Pohon yang baik selalu dan seharusnya menghasilkan buah yang baik pula, sedang pohon yang tidak baik sudah pasti menghasilkan buah yang tidak baik. Itu hukumnya. Nah, dalam kehidupan kekristenan kita pun demikian. Ada banyak orang yang lupa bahwa hidup kekristenan seharusnya adalah kehidupan yang berbuah. Orang2 Kristen hari-hari ini berpikir dengan banyaknya daun pada dirinya akan membuat Tuhan bangga padanya.

Ingat, Tuhan tidak mencari daun, akan, batang ataupun ranting. Ia mencari BUAH! Daun bisa merupakan pelayanan kita, bisa juga berarti karunia kita, atau mungkin jabatan kita. Tuhan tidak melihat itu semua, yang Ia cari adalah buah. Buah berbicara bukti dari hidup kita. Buah adalah dampak dari kehidupan kekristenan. Yohanes Pembaptis pernah berkata demikian: "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan" (Mat.3:8).

So, hasilkanlah buah dalam hidupmu biar orang lain dapat melihat dan menikmatinya.
"Your life speak loud than your words"

Senin, 14 September 2009

Father's Love



Team Hoyt adalah ayah (Dick Hoyt) dan anak (Rick Hoyt) yang bersama-sama mengikuti kompetisi maraton, triathlons, dan olah raga atletik lainnya. Rick adalah anak yang “disable” sejak lahir.

Ketika lahir, Rick telah mengalami gangguan kekurangan oksigen di otaknya, Dick dan istrinya, Judy, diberitahu bahwa Rick tidak ada harapan untuk hidup. Namun Dick dan Judy tetap membesarkan Rick seperti orang normal lainnya. Namun tidak ada sekolah yang mau menerima Rick karena mereka beranggapan bahwa Rick tidak akan mengerti pelajaran yang akan diajarkan. Orang tua Rick tetap mengajarkan Rick untuk membaca, mereka menginginkan agar Rick dapat bersekolah.

Keluarga Hoyt mendapat bantuan dari Tufts University, mereka yakin bahwa Dick dapat berkomunikasi. Ketika para ahli dari Tufts University menceritakan sebuah lelucon, Rick pun tertawa, dan pada saat itulah para ahli ini yakin bahwa Rick dapat berkomunikasi. Mereka pun membuat seperangkat komputer (seharga US$ 5000 dari keluarga Hoyt) yang memungkinkan Rick untuk menulis apa yang ia pikirkan dengan cara menggerakan bagian kepalannya.

Pertama kali kata yang tertulis dalam komputer ketika Rick menggunakannya adalah “Go Bruins (sebuah Team Hockey). Saat itulah keluarga Hoyt mengetahui bahwa Rick mengikuti olah raga Hockey, mereka mengetahui bahwa Rick senang dengan olah raga.

Pada tahun 1975 Rick diperbolehkan untuk masuk dalam sebuah sekolah umum. 2 tahun kemudian Rick berkata kepada ayahnya bahwa ia ingin berpatisipasi mengikuti lomba lari 5 mil untuk acara amal bagi teman Rick yang mengalami cidera hinga lumpuh dalam sebuah kompetisi olah raga. Dick yang saat itu bukan seorang pelari, setuju untuk mendorong Rick dengan kursi rodanya. Mereka pun dapat menyelesaikan kompetisi walaupun tidak mendapatkan kemenangan. Pada malam harinya Rick mengatakan kepada Dick bahwa ia tidak merasa lumpuh saat mengikuti kompetisi itu.

Setelah 4 tahun mengikuti kompetisi maraton, Team Hoyt mengikuti kompetisi traitlon pertama mereka. Dan untuk kompetisi ini Dick harus belajar berenang. “Pertama kali saya tenggelam seperti batu” cerita Dick. “Dan saya pun tidak pernah naik sepeda lagi semenjak usia 6 tahun” lanjut Dick.

Dengan sepeda yang dirancang khusus agar dapat mengangkut Rick didepan, dan juga perahu yang diikat pada punggung Dick ketika ia berenang. Team Hoyt akhirnya peserta kedua dari terakhir yang menyelesaikan kompetisi hari ayah 1985.

Semenjak itu mereka selalu mengikuti kompetisi, baik di daerah asal mereka bahkan diluar negri. “Rick selalu menjadi inspirasi dan motivasi saya melalui caranya menyenangi olah raga.” kata Dick.

Dalam salah satu kesaksian Rick, ia berkata:
“Ayah adalah salah satu model bagi saya. Ketika ia ingin melakukan sesuatu, Ia akan bertekun, apapun itu, sampai selesai. Sebagai contoh ketika kami ingin mengikuti triatlon, ayah berlatih, sampai 5 jam sehari, 5 hari dalam seminggu, bahkan ketika ia sedang bekerja.”

Team hoyt telah mengikuti 958 kompetisi, diantaranya 224 kompetisi triathlon (6 kompetisi bergengsi), 20 duathlons, 65 maraton, dan 25 boston maraton. Mereka telah melakukan perjalanan mengelilingi amerika dengan bersepeda dengan jarak 3.735 mil, yang ditempuh dalam waktu 45 hari.